Universitas Insan Cendekia Mandiri, Dompet Pemberdayaan Umat, dan Pusat Studi Al-Qur’an memiliki visi dan misi untuk membantu umat muslim di seluruh indonesia, salah satunya adalah dengan program wakaf. Seperti yang kami lakukan pada tanggal 10 July 2022, kami melaksanakan program wakaf berupa wakaf Al-Quran yang diserahkan ke beberapa tempat di Subang, yaitu;

  1. Pondok Pesantren Taufiqul Huda Kp.Krajan Rt:10 Rw:08 Desa Sagalaherang Kecamatan Sagalaherang Subang
  2. Masjid Baitussya. Jl.Tugu Papais, Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Subang.
  3. Masjid At-Taqwa Kp.Cilimus Rt.12 Rw.03 Desa Cisaat Kecamatan Ciater Subang

Penyerahan berlangsung lancar tanpa kendala

Serah terima wakaf al-quran

Pemberian Wakaf Al-Quran Ke Salah Satu Pondok Pesantren Taufiqul Huda yang Bertempat Di Kp.Krajan Desa Sagalaherang Subang

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas karunia yang telah diberikan berupa kemudahan selama proses pemberian wakaf Al-quran. Atas karunianya, program wakaf Al-quran dari Universitas Insan Cendekia Mandiri, Dompet Pemberdayaan Umat, dan Pusat Studi Al-Quran berjalan lancar tanpa adanya kendala serius. Sehingga kami mampu menunaikan sunnah yang dianjurkan oleh nabi Muhammad SAW dan para sahabat, seperti yang tertera dalam QS. Al-Bawarah: 267

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ ۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ
وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”

Berdasarkan ayat tersebut, kita sebagai umat muslim dianjurkan untuk melakukan amal jariyah yang hukumnya sunnah. Berbeda dengan wakaf yang hukumnya wajib, jumlah yang dikeluarkan, waktu, dan penerima infak dan wakaf tidak ditentukan.

Hadits lain tentang wakaf

Selain dari Al-Quran, ada juga hadits yang menerangkan tentang wakaf, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari ini, yang berbunyi,

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَصَابَ أَرْضًا بِخَيْبَرَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْمِرُهُ فِيْهَا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أَصَبْتُ أَرْضًا بِخَيْبَرَ لَمْ أُصِبْ مَالاً قَطُّ أَنْفَسَ عِنْدِي مِنْهُ فَمَا تَأْمُرُ بِهِ قَالَ إِنْ شِئْتَ حَبَّسْتَ أَصْلَهَا وَتَصَدَّقْتَ بِهَا قَالَ فَتَصَدَّقَ بِهَا عُمَرُ أَنَّهُ لَا يُبَاعُ وَلَا يُوهَبُ وَلاَ يُورَثُ وَتَصَدَّقَ بِهَا فِي الْفُقَرَاءِ وَفِي الْقُرْبَى وَفِي الرِّقَابِ وَفِي سَبِيلِ اللهِ وَاْبنِ السَّبِيلِ وَالضَّيْفِ لاَ جُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيَهَا أَنْ يَأْكُلَ مِنْهَا بِالْمَعْرُوفِ وَيُطْعِمُ غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ

“Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, mengatakan bahwa Umar bin Khattab mendapatkan bagian tanah di Khaibar, kemudian Umar menemui Nabi Muhammad SAW untuk meminta saran. Umar berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku mendapatkan kekayaan berupa tanah yang sangat bagus, yang belum pernah kudapatkan sebelumnya. Apa yang akan engkau sarankan kepadaku dengan kekayaan itu?’ Nabi bersabda: ‘Jika kamu mau, kamu bisa mewakafkan pokoknya dan bersedekah dengannya.’ Lalu Umar menyedekahkan tanahnya dengan persyaratan tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan. Umar menyedekahkan tanahnya untuk orang-orang fakir, kerabat, untuk memerdekakan budak, sabilillah, ibnu sabil dan tamu. Tidak berdosa bagi orang yang mengurusinya jika mencari atau memberi makan darinya dengan cara yang baik dan tidak menimbun.”

Infak dan Wakaf merupakan amal jariyah, perbedaan antara infak dan wakaf hanya terdapat pada jenis barang yang diberikan. Infak biasanya memberikan barang yang habis sekali pakai, sedangkan wakaf lebih condong memberikan barang yang dapat terus digunakan dan memberikan manfaat.

Keutamaan Wakaf Al-Quran

Wakaf AL-Quran UICM

Proses pengepakan Al-Quran untuk diwakafkan ke masjid dan pesantren di Subang.

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Ketika manusia meninggal, maka terputus lah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang selalu mendoakannya.”

Tentunya melakukan amal jariyah tidak serta merta harus Al-Quran namun, sebaik-baiknya wakaf adalah wakaf harta benda yang digunakan untuk kebaikan, salah satu harta benda yang bermanfaat serta terjangkau adalah Al-Quran. Selain bermanfaat bagi pribadi, wakaf Al-Qur’an akan bermanfaat juga untuk anak cucu kelak karena telah menjaga kalam Allah. Setiap kali Al-Quran tersebut dibaca dan diamalkan, maka akan ada pahala yang mengalir untuk kita bahkan ketika kita sudah meninggal.

Diterima dan dipergunakan sebaik mungkin

Santri penerima wakaf al-quran

Para santri menerima wakaf al-quran untuk dipergunakan sebaik mungkin.

Alhamdulillah niat baik kami diterima dengan senang hati oleh pengurus pesantren, pengurus masjid, serta para santri. Al-Quran yang kami wakafkan kelak akan terus dibaca dan dipergunakan untuk menimba ilmu di jalan Allah. Sungguh sebuah kenikmatan bisa membantu sesama muslim, terutama membantu mereka untuk menimba ilmu di jalan Allah.

Tentunya program kami tidak berhenti disini, masih ada banyak masjid, pesantren, serta saudara kita di pelosok sana yang membutuhkan bantuan entah berupa pangan atau barang. Oleh karenanya Universitas Insan Cendekia Mandiri, Dompet Pemberdayaan Umat, dan Pusat Studi AL-Quran mengajak semua golongan masyarakat untuk membantu memberdayakan umat. Dimulai dari hal kecil dan sederhana, yaitu dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk memberikan bantuan kepada umat yang membutuhkan.

Translate »