U I C M
Jl. Pasirkaliki No.199, Sukajadi, Kota Bandung uicm@uicm.ac.id

Mahasiswa UICM Telah Melaksanakan KKNT 2025 di Desa Lamajang dan Proyek Inovasi Berbasis Kearifan Lokal

Universitas Insan Cendekia Mandiri (UICM) telah melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 2025 dengan tema “Pengembangan Potensi Masyarakat Desa Berbasis Kearifan Lokal”. Program ini dilaksanakan di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UICM yang diketuai oleh Dr. Mita Ramadiyanti, S.T., M.T., serta Ketua Pelaksana KKNT 25, Desty Rara Pringgandinie, S.Pd., M.Pd.Mat. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak Juli hingga akhir Agustus 2025.

Kegiatan KKNT 25 terbagi dalam dua skema utama, yaitu KKNT 25 Lapangan dan KKNT 25 Project. Untuk program lapangan, sebanyak 86 mahasiswa ditempatkan di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Mereka terbagi menjadi tujuh kelompok dengan proyek kerja beragam, mulai dari pengembangan desa wisata berwawasan lingkungan, pemberdayaan wirausaha digital, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga peningkatan kualitas pendidikan serta optimalisasi lingkungan. Kehadiran mahasiswa UICM di Desa Lamajang mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa, Ade Jalaludin, S.Pd.I., M.MPd., beserta perangkat desa dan masyarakat setempat.

Sementara itu, KKNT 25 Project diikuti oleh 81 mahasiswa yang mayoritas berstatus sebagai pekerja. Berbeda dengan program lapangan yang terpusat di satu desa, kegiatan project disesuaikan dengan domisili mahasiswa terbanyak. Delapan kelompok dalam skema ini menggarap proyek-proyek inovatif, antara lain pembuatan alat wrapping sederhana untuk produk sayuran, pupuk organik cair, kompos dari kotoran kambing dan limbah buah, hingga alat filter air bersih metode backwash. Seluruh program kerja KKNT Project didaftarkan dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi mahasiswa UICM.

Keterlibatan mahasiswa dalam program ini mencerminkan upaya nyata UICM dalam menggabungkan keilmuan dengan pengabdian masyarakat. Melalui proyek-proyek seperti LOSEDA (Lodong Sisa Dapur) untuk pengomposan sederhana, pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT) berbasis pertanian berkelanjutan, hingga pembuatan modul ajar dan e-book KKN digital, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kemandirian dan potensi masyarakat setempat.

Dengan berakhirnya program KKNT 2025, UICM berharap setiap inisiatif mahasiswa dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat desa, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Program ini menjadi bukti komitmen UICM dalam mencetak generasi akademisi yang adaptif, inovatif, serta peduli terhadap pengembangan daerah berbasis kearifan lokal.

Septiana Khoerudin

Related Tags:
Social Share:
×